Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Minggu, Januari 10, 2010

Quite





Can ’u see?

See ’u can?

”u can see?

Where’s true?

alonely

or

aloneliness?

quite

or

wait?

I don’t know...

I just know

that

i am quite

like

the words....

Kamis, Mei 14, 2009

Lukisan Hidup(Kenangan Wisudakoe)






Sejenak kularut dalam sebuah lukisan
Sejenak kutenggelam dalam kebisuan
Lenyap dalam senyap
kukepak sayapku menuju dunia lain
dunia kekosongan




Inderaku bergerak bagai radar
menjelajah nuansa alam
kupotret satu demi satu fakta kehidupan
kuabadikan satu demi satu mutiara hayati
kubingkai,
kuukir
dalam kristal kaca nurani
kubasuh,
kusucikan
dalam sungai kejujuran
kulapisi mas perak perenungan


hingga


kulihat keindahan pelangi


hidup

Kamis, Mei 07, 2009

Dahan yang Terkoyak






Tuhanku,
Sejenak kutenggelam dalam maya
Tegak
Mematung
Menyatu bisunya alam
Tuhanku, kala dahan patah kembali patah,
Bagaimana ia bisa kembali berdiri?
Tegak,
Kaku,
Bisu,
Hanyut dalam hampa
Bagaimana ia bisa kembali melambai?
Menyanyi riang
bersama
lembutnya
angin?














Kamis, April 02, 2009

Doaku dalam Sendiri


kala benar salah

bersatu dalamsatu garis



kala keyakinan



berada di simpang keraguan



kala fakta



berbaur dengan ilusi



kala harapan



bercampur putus asa



kala semuanya menjadi syubhat



mana yang harus kupilih?



kala segala berubah sangsi



mana yang harus kupilih?



Tuhan,



tunjuki aku jalan-Moe

Apatis

West Jakarta, 2 April 2009
siapa peduli siapa
siapa peduli apa
siapa peduli bagaimana
who's care?!

Yang Terasing

West Jakarta, 2 April 2009

Tuhanku,
akankah asing lagi Kau di mataku?
akankah asing lagi di telingaku?
akankah asing lagi di jiwaku?
akankah asing lagi di lidahku?
akankah asing lagidi pikiranku?
akankah asing lagi di hatiku?
akankah asing lagi di langkahku?
akankah asing lagi di tujuanku?
akankah Kau asing bagiku?
bagi hidupku?
bagi nafasku?
bagi darah yang terpompa jantungku?
beri daku petunjuk
angkat aku dari kubangan gelap
tuntun daku menuju cahya-Mu
tepiskan daku dari angin kalut
bawa daku menuju ridha-Mu
lepaskanku dari belenggu gaib
yang bernama gelisah
berikan daku secangkir ketenangan
yang membasuh luka-luka jiwaku
berikan daku sepayung keteduhan
yang menaungiku dari segala bala dunia

Sabtu, Oktober 11, 2008

SURAT UNTUK KEKASIHKU

Jakarta, awal Desember2007
kasih...
lagi, rindukumelebur dengan air mata
lagi,kubiarkan rinduku lenyapdalamhampa
lagi,kubiarkan langit menangis
dalam jeritku
langitku,
hatiku,
menyatu dalam pedih
mengukir tabah,
mengikis amarah,
menyirnakan dendamkesumat
memutihkan warnaluka
kembaliputih
bersih
karna rinduku,
demirinduku
dalamairmataku
dalampedihku
dalamperihku
dalamlukaku
mengukir tabah
sepenuh daya
sepenuh lemah
blong
kosong
hanya,
berbekalsepenggal doa yang Kauberikan

Sebuah Tanya

Jakarta, November 2007
Ya Robbyku,
Dalam............harap tanpa ujung,
Terpatri........... atas nama-Moe,
Peluh lelah.................. atas nama-Moe,
Kala aku berada dalam satu titik,
Di mana cahaya-Moe?
Kemana cahaya-Moe?
Kularut dalam air mata
Kuhanyut dalam duka
Lebur dalam nestapa
Karam dalam hina
Kala sabar hampir tenggelam
Kala Kau berikan tawa pada orang yang membenciku,
Dimanakah tawa yang bisa Kau berikan untukku?
Tanpa menafikan syukurku,
Tanpa menghilangkan trima kasihku,
Dengan sgala lemahku
Dengan sgala letihku,
dengan sgala cacatku,
dalam persembahanku,
Kuhanya bisa memberi tanya
Di mana tawa yang Kau janjikan untukku?
Kutahu Kau sayang aku
Amat sayang
Terlalu sayang
Sama aku
Padaku
Si hamba bodoh ini